Selasa, 30 Maret 2010

AKU CINTA KAU DAN DIA

Ketika itu awal ramadhan kumengenal dirimu, kau tampilkan keangkuhan dirimu sebagai seorang perempuan yang menjaga dengan baik dirinya.Namun hal itu pula yang membuat diriku setiap saat hanya melihat dirimu ketika kubuka dan kututup kedua mata ini.Kukumpulkan sisa-sisa keberanianku untuk mengucapkan kata " maukah kau menikah denganku?", saat itu kau membisu.Kau tatap kedua bola mataku seakan hendak menembus relung hatiku yang paling dalam,berusaha mencari tahu keungguhanku.Namun tak kudengar satu katapun yang keluar dari bibirmu yang indah.

Awal tahun baru aku mengenal dia, dia hadir dihadapanku dengan segala kepedihan yang dideritanya, terbaring lemas diatas ranjang sebuah rumahsakit.Dari mata itu kutangkap sebuah isyarat bahwa dia membutuhkanku, berada selalu disisinya ketika sakit yang dideritanya kembali menggerogoti tubuhnya yang kurus kering.Saat itu kurasakan seakan-akan bumi ini berhenti berputar, sesaat kemudian aku berkata dalam hati " Aku akan menemani dirimu disetiap sakitmu, ikut merasakan kepedihan yang kau rasakan, ikut menangis ketika kau menangis...".

Namun tak lama berselang perempuan yang kukenal diawal ramadhan tiba-tiba muncul dihadapanku seraya berkata " saya sakit, ada tumor menempel dikandunganku......."
Kembali aku tak mampu berkata apa-apa, dari matanya yang sayu kudapati sebuah jawaban, "sudikah kau menemaniku didalam kepedihanku ini"

Maafkan aku wahai perempuan yang tubuhnya hanya terbungkus kesedihan dan kepedihan.........................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar